Menundukkan Pandangan

///Menundukkan Pandangan

Menundukkan Pandangan

Rangkuman khutbah ustadz Firanda, jumat 3 November 2017, Pondok Tahfidz Qur’an YAUMI Yogyakarta

FITNAH WANITA

Sesungguhnya di antara fitnah yang berbahaya bagi kaum lelaki adalah fitnah wanita, bahkan dia adalah fitnah yang paling berbahaya. Sebagaimana telah diingatkan oleh Nabi kita Muhammad SAW dalam sabdanya
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari: 5096 dan Muslim: 2740)

Nabi SAW juga bersabda :
إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خضرة، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّــقُوا الدُّنْــيَا وَاتَقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِـي إِسْرَائِـيلَ كَانَتْ فِي النِسَاءِ

“Sesungguhnya dunia ini begitu manis nan hijau. Dan Allah mempercayakan kalian untuk mengurusinya, Allah ingin melihat bagaimana perbuatan kalian. Karenanya jauhilah fitnah dunia dan jauhilah fitnah wanita, sebab sesungguhnya fitnah pertama kali di kalangan Bani Israil adalah masalah wanita” (H.R. Muslim: 2742)

Dalam hadits ini Rasulullah SAW mengingatkan bahwasannya dunia menipu, dengan keindahannnya, dengan manisnya, dan kemudian Rasulullah SAW mengkhususkan di antara fitnah dunia tersebut Rasulullah SAW mengkhususkan fitnah wanita. Karena ini adalah fitnah yang paling berbahaya di antara fitnah-fitnah dunia yang lainnya. Ini mirip seperti sabda Nabi SAW
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niat, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka ia akan mendapat pahala hijrah menuju Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin diperolehnya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka ia mendapatkan hal sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Di sini Rasulullah SAW menjelaskan bahwasannya salah satu hal diantaranya yang bisa mengubah niat seorang dalam ibadah yang agung, ibadah hijrah, adalah mencari dunia, dan di antaranya Rasulullah, SAW mengkhususkan seorang berhijrah karena seorang wanita. Karena fitnah wanita sangat berat bagi lelaki. Karenanya Allah SWT menyebutkan fitnah wanita pertama sebelum yang lainnya kata Allah SWT
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلْبَنِينَ وَٱلْقَنَٰطِيرِ ٱلْمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلْفِضَّةِ وَٱلْخَيْلِ ٱلْمُسَوَّمَةِ وَٱلْأَنْعَٰمِ وَٱلْحَرْثِ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسْنُ ٱلْمَـَٔابِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).

Namun yang pertama kali disebutkan oleh Allah adalah wanita
Oleh karenanya Imam Ibnu Katsir Rahimahullahu ta’ala tatkala mengomentari ayat ini beliau menyatakan bahwa Allah menyebutkan wanita terlebih dahulu karena fitnah terhadap wanita lebih berat daripada yang lainnya. Lebih daripada fitnah harta, lebih daripada fitnah kendaraan mewah, lebih daripada fitnah jabatan.
Betapa banyak orang yang kuat, tidak bisa digoda dengan fitnah jabatan, tidak bisa digoda dengan harta yang berlimpah ruah, tetapi dia jatuh tersungkur tatkala digoda dengan fitnah wanita. Terlebih lagi Rasulullah SAW telah mengabarkan bahwasannya lelaki sangat lemah di hadapan para wanita.
Rasulullah SAW bersabda
مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرجل الحازم من إحداكن

“Aku tidak melihat ada manusia yang kurang akal dan agamanya, namun mampu meluluhkan nalar lelaki perkasa selain kalian”

Lelaki yang tegar, lelaki yang kuat, lelaki yang kokoh tetapi dia bertekuk lutut di bawah kerling seorang wanita. Dia tersungkur di hadapan wanita.

Allah SWT berfirman
وَخُلِقَ الإِنسَانُ ضَعِيفاً
Manusia diciptakan oleh Allah dalam kondisi yang sangat lemah. (QS.An-Nisa’:28)

Sofyan Ats-Tsauri Rahimahullahu ta’ala menafsirkan ayat ini, menjelaskan bahwa lelaki lemah, sangat lemah di hadapan fitnah wanita. Apa kata sufyan Ats-Tsauri Rahimahullahu ta’ala,

Seorang wanita lewat di hadapan seorang lelaki, dan lelaki ini tidak mampu menundukkan pandangannya, dia tidak kuat untuk menundukkan pandangannya, dia ingin melihat wanita tersebut, maka dia melihat wanita tersebut dan tidak bisa mengambil manfaat sama sekali dari wanita tersebut. Maka kelemahan apa yang lebih lemah daripada ini.
Fitnah semakin berbahaya, tatkala para wanita benar-benar dijadikan oleh syaithon sebagai jerat untuk menggelincirkan para lelaki. Dalam Hadits Nabi SAW bersabda :
اَلْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ ، وَإِنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا اِسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ، وَإِنَّهَا لاَتَكُوْنُ أَقْرَبَ إِلَى اللهِ مِنْهَا فِيْ قَعْرِ بَيْتِهَا

Wanita itu aurat, jika ia keluar dari rumahnya maka setan mengikutinya. Dan tidaklah ia lebih dekat kepada Allâh (ketika shalat) melainkan di dalam rumahnya

Wanita yang keluar akan diintai oleh syaithon untuk dihiasi, untuk diperindah di pandangan para lelaki, oleh karenanya Rasulullah SAW bersabda :
إنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ

Sesungguhnya wanita itu menghadap ke muka dalam bentuk syetan, dan ke belakang dalam bentuk syetan (pula). (HR Muslim Juz 10 Kitab Nikah, hal 177).
Maksudnya apa ? Maksudnya dihiasi syaiton sehingga menimbulkan syahwat bagi para lelaki, apakah dilihat tatkala dia datang ataupun dilihat tatkala dia berbalik.
Ini semua mengingatkan kita akan bahaya fitnah wanita
Seorang bertakwa kepada Allah SWT jangan bermain api dalam hal ini
Karena adalah titik kelemahan para lelaki.
Mungkin dia bisa kuat tatkala digoda dengan harta, digoda dengan jabatan,
tapi ingat dia lemah di hadapan fitnah para wanita dan syaitan tahu betul kelemahan tersebut apalagi syaitan berjanji untuk menghiasi kemaksiatan
Kata syaitan di hadapan Allah SWT

 

قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ

“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS. Al-Hijr: 39)

Kalau zaman dahulu seorang ingin terhindar dari fitnah wanita maka tidak usah dia keluar dari rumahnya maka dia akan terhindar dari fitnah wanita dia bisa menjaga pandangannya
Tapi di zaman sekarang di mana pun kita bahkan dalam rumah kita susah untuk menjaga pandangan kita. Kenapa ? Fitnah kita bawa terus di HP kita
di depan layar televisi kita.
Oleh karenanya kondisi semakin berat, tidak ada jalan lain bagi kita para lelaki untuk terhindar dari fitnah tersebut kecuali memaksa diri untuk membiasakan untuk menundukkan pandangan.
Dan sesungguhnya di antara dosa yang Allah ingatkan dalam Al Quran. Di awal ayat Allah menyuruh untuk untuk menundukkan pandangan. Ini dalil bahwasannya mengumbar pandangan adalah dosa dan kita harus mohon ampun kepada Allah dari dosa tersebut.
Kita ulangi lagi ayat tersebut, Allah berfirman

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ * وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya” [QS. An-Nuur : 30-31].

Ayat ini ditun,jukan kepada orang-orang beriman, kitab ini tidak dijadikan kepada orang-orang kafir, tidak ditujukan kepada orang-orang munafik, tapi ditunjukkan kepada orang-orang yang beriman yang yakin akan adanya hari pembalasan, yang yakin bahwasannya seluruh gerakannya dicatat oleh malaikat. Jangankan pandangan matanya, gerak-gerik hatinya pun diketahui, kata Allah SWT

يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ ﴿١٩

“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS. Al Mu’min: 19)

Dia Mengetahui yang terlintas di dalam dada, kalau lintasan hati dapat diketahui oleh Allah apalagi cuma lirikan mata.
Betapa Allah mengingatkan mereka, kata Allah SWT :
ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat’.
Kalau mereka menundukkan pandangan mereka lebih suci bagi mereka, amal mereka lebih mulia, diri mereka lebih suci di hadapan Allah SWT, hati mereka lebih khusyu’ tatkala membaca Al Quran, hati mereka lebih khusyu’ tatkala melaksanakan ibadah sholat, kenapa ? Selama ini dia menundukkan pandangan.

Rasulullah SAW bersabda
أَخَذَ بِيَدِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَجَعَلَ يُعَلِّمُنِي مِمَّا عَلَّمَهُ اللهُ وَقَالَ: ” إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا اتِّقَاءَ اللهِ إِلَّا أَعْطَاكَ اللهُ خَيْرًا مِنْهُ “

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang kedua tanganku. Beliau pun mulai mengajarkan aku dari ilmu yang Allah Ta’ala wahyukan kepada beliau. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Sesungguhnya tidaklah Engkau meninggalkan sesuatu karena ketakwaan kepada Allah Ta’ala, kecuali Allah pasti akan memberikan sesuatu (sebagai pengganti, pen.) yang lebih baik darinya.” (HR. Ahmad no. 20739. )

Barangsiapa meninggalkan suatu karena Allah. Dia tahu di hadapan dia ada wanita cantik yang tidak halal untuk dia lihat, dia tinggalkan karena Allah SWT semua itu maka Allah SWT akan ganti dengan yang lebih baik. Allah akan memberikan cahaya iman dalam hatinya. Allah akan memberikan kekhusyu’an dalam hatinya.
Adapun seorang yang mengumbar pandangannya, melihat apa yang disukai dari syahwatnya. Maka Allah akan cabut kelezatan dari dirinya, akan hambar rumah tangganya, akan nampak buruk istrinya di hadapan dia. Kenapa ? Sebab dia mengumbar pandangannya. Kebahagiaan itu dicabut oleh Allah SWT, Kelezatan dicabut oleh Allah SWT, kenapa ? Karena dia mengumbar pandangannya.
ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ
Tundukkan pandangan kalian, karena ia lebih suci bagi kalian.
إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
Sesungguhnya Allah Mengetahui apa yang mereka kerjakan

Lirikan pandangan kalian, Allah mengetahui jika seorang berbicara dangan sahabatnya kemudian dia melirik melihat seorang wanita, sahabat di depannya tidak tahu kalau dia melirik melihat wanita, tapi Allah Maha Mengetahui apa yang dia lihat

Jika dia sedang berbicara di hadapan banyak orang lantas dia menengok kepada HP nya dan ada gambar wanita haram untuk dilihat kemudian dia lihat
sungguh tercatat oleh Allah SWT sebelum dia kembali mengedipkan matanya,
Maka, kita berusaha untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT.

2017-11-08T14:05:35+00:00 May 1st, 2017|Fiqih|0 Comments

Leave A Comment